Sabtu, 24 Januari 2015

Ohayou Gozaimasu!

Selamat hari minggu semuanyaahh '-') ~
yak,meskipun aku nggak yakin apa kalian baca post ini pas hari minggu,tapi ANGGAP SAJA INI HARI MINGGU. Oke? Harus oke. *nyahahaha*
Aku ucapkan banyak terimakasih untuk kalian yang sudah membaca postinganku sebelumnya,Tanpa kalian,aku bukanlah apa-apa. Hanya debu,yang menanti tempat bersinggah. Hanya mercusuar,yang akan menuntun mu berlabuh #tsaahh
Aku harap kalian ninggalkan jejak di blog ku yang sederhana ini. Entah itu comment kritik,saran,cacian makian,ucapan terimakasih,ngidol,gombal (apa ini) atau apapun lah
Karena...
Karena...
AKU HANYALAH SEORANG NUBI YANG BERHARAP PUNYA TEMAN BANYAK DARI BLOG INI. *mojok di kamar*
Yosh,one more again, Iam very thankful to you all. See you again in next post.
Luv luv luv <3
またお会い !!! 

Sebuah Puisi - Ironi Senyummu



Kau tersenyum padaku.
Namun mengapa aku merasa sakit?
Kau berlalu,berlari dengan cerah.
Langit tertawa,
Aku berdiri disini,membalas senyumanmu.
Namun mengapa aku merasa sakit?
Mimpimu mengawang jauh,
Melukiskan pelangi diantara cahaya keemasan.
Aku berdiri,tak jauh dirimu.
Menegadah,berfatamorgana.
Seakan melihat kedipan air.
Kau kembali tersenyum.
Namun mengapa aku merasa sakit?
Kau memelukku,merobek setiap kehidupanku.
Mengantarku pada keabadian.
Membuatku merasa hampa.
Kau tertawa,meruntuhkan penghalang defensif diriku.
Seakan terpana,mentari balas mengerling.
Mengasihani diriku,yang terus terbunuh oleh senyumanmu.
Dan kau kembali tersenyum bahagia,secerah pelangi.
Namun mengapa aku merasa sakit?





-Liel-

Memahami Fenomena Kepribadian Ganda



APA SIH,KEPRIBADIAN GANDA ITU?

    Oke. Mungkin nggak  ada orang yang benar-benar bisa memahami masalah kepribadian ganda. Bahkan Ilmuan dan ahli psikologi sekalipun.
   Sebelum abad ke-20, gejala psikologi ini selalu dikaitkan dengan kerasukan setan. Tapi, para psikolog abad ke-20 yang menolak kaitan itu menyebut fenomena ini dengan sebutan Multiple Personality Disorder (MPD). Lalu, ketika nama itu dirasa nggak lagi sesuai, gejala ini diberi nama baru, Dissociative Identity Disorder (DID).

   DID atau kepribadian ganda dapat didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda.

   Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas yang memiliki cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.

   Mungkin ada dari kalian yang mikir, "Waduh,aku punya banyak facebook dengan nama berbeda dan aku juga sering main roleplay" Nah. Ini beda loh ya. DID bukan sekedar 'permainan' imajinasi. Back to topic, walaupun penyebabnya nggak bisa dipastiin, namun rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya adalah karena trauma masa kecil.


PROSES TERBENTUKNYA KEPRIBADIAN GANDA


   Ketika kita dewasa, kita punya karakter dan kepribadian yang cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi. Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya.

   DID terdiri dari dua proses psikologis. Misalnya nih ya,kita ambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan.

   Proses Pertama: anak perempuan yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami "out of body experience" yang membuat ia "terlepas" dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul.
   Proses Kedua, sebuah penghalang memori kemudian dibangun antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah diciptakan.Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun mengenainya.

   Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman. Gitu. Ngerti nggak? ._.

CIRI-CIRI PENGIDAP KEPRIBADIAN GANDA

   1. Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang tersebut.

   2.Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut (Switching).

   3.Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.

   4.Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek psikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam.

Nah,dari empat poin ini, poin nomor 3 memegang peranan sangat penting.


MISTERI DALAM DID


   Misalnya, ketika sebuah identitas muncul, perubahan biologis juga muncul di dalam tubuh sang pengidap. Kecepatan detak jantungnya bisa berubah, demikian juga suhu tubuhnya, tekanan darah dan bahkan kemampuan melihat.

   Terus, identitas yang berbeda bisa memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan. Kadang, pengidap yang sehat bisa memiliki identitas yang alergi. Ketika identitas itu menguasainya, ia benar-benar akan menjadi alergi terhadap substansi tertentu.

   Lalu, misteri lainnya adalah yang menyangkut kasus Billy Milligan yang dianggap sebagai kasus DID yang paling menarik. Kisah hidupnya pernah dituangkan ke dalam sebuah buku berjudul "24 wajah Billy". Gini nih ceritanya ._.

   Billy adalah seorang mahasiswa yang dihukum karena memperkosa beberapa wanita. Dalam sesi pemeriksaan kejiwaan, ditemukan 24 identitas berbeda dalam dirinya.
Identitas yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan pemerkosaan itu adalah seorang wanita. Identitas lain bernama Arthur yang merupakan orang Inggris dan memiliki pengetahuan luas.

   Dalam interogasi, Arthur ternyata bisa mengungkapkan keahliannya dalam hal medis, padahal Billy tidak pernah mempelajari soal-soal medis. Menariknya, Arthur ternyata lancar berbahasa Arab. Bahasa ini juga tidak pernah dipelajari oleh Billy. Identitas lain bernama Ragen bisa berbicara dalam bahasa Serbia Kroasia. Billy juga tidak pernah mempelajari bahasa ini.

   Bagaimana Billy bisa berbicara dalam semua bahasa itu jika ia tidak pernah mempelajarinya?

   Misteri ini belum terpecahkan hingga hari ini. '-')~
Kecuali tentu saja kalau kita menganggap Billy hanya mengalami kasus kerasukan setan dan tidak menderita DID.

--------

   Nah, Apa kalian sudah paham mengenai teori Kepribadian Ganda ini? Banyak ahli psikologi yang menyangkal dan mengatakan kalau kasus ini hanya pengaruh dari terapi hipnotis yang dilakukan oleh psikolog. Well, jika memang DID benar-benar ada dan hanya merupakan gejala psikologi biasa, mengapa masih ada hal-hal yang masih belum bisa dijelaskan oleh para psikolog?

Source:  http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/09/memahami-fenomena-kepribadian-ganda.html?m=1

Nyahaha,serem juga kan kalo punya kepribadian ganda xD kalo kepribadian yang 1 naksir sama kepribadian 2 dalam satu tubuh gimana? ._.)




Enderson Series- "Everything Will Be Okay"-



Apa kau masih ingat dengan kakak lelakiku Jason? Aku melihatnya memegang pisau berlumuran darah,dengan mayat Mr. Eddie dibawah kakiku.
Dia menangis dipangkuanku yang bersimbah noda merah,mungkin menyesali perbuatannya.
Tak apa Jason,kau tak sendiri.
Aku tak marah padamu.
Tapi satu kesalahan padamu.
Aku lebih menyukai daging yang lebih muda.



Enderson Series- "Meat"




   Namaku Elsa Enderson. Aku hanya hidup berdua bersama kakak laki-lakiku, Jason. Orangtua kami meninggal saat Jason berumur dua belas dan aku lima tahun lebih muda darinya. Kami tinggal di sebuah gubuk kecil dengan sepetak kebun jagung. Jason tak lagi sekolah, Ia bekerja serabutan demi kebutuhan hidup kami berdua.

   "Aku tak apa. Lelaki harus bekerja. Kalau kamu, kau harus sekolah sampai pintar" Itulah yang sering ia katakan padaku.
   Hari itu, kami sedang bermain layang-layang di dekat bukit. Tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri kami berdua. Ia menanyakan berapa umur Jason.
 
   "Lima belas,sir" jawab Jason sopan
   "Namaku Eddie.Aku seorang tukang daging. Kau mau bekerja padaku? Aku memerlukan     seseorang untuk membantuku" Jason setuju. Sejak itulah dia memiliki pekerjaan baru. 

    Suatu pagi,aku bertengkar hebat dengan Jason. Ia memarahiku. Padahal aku hanya meminta dia  membawakan daging untuk kumasak. Wajar saja kan,selama ini kami hanya makan jagung dan ubi.
  "Jangan meminta yang aneh-aneh! Jagung saja sudah cukup membuat kita kenyang!" Bentak Jason.
"Aku bosan! Kenapa sih,kau kan bisa saja minta sedikit daging pada bos mu itu" balasku ketus.

    Sejak pertengkaran itu, aku melihat Jason menjadi sedikit pendiam. Mungkin salahku. Aku harus minta maaf sepulang dia bekerja nanti.

   Malam sudah larut,tapi Jason belum juga pulang. Apa dia lembur? Ah,kalau lembur pun takkan mungkin selarut ini. Aku mulai khawatir. Apa dia marah padaku,hingga tak mau pulang? Prasangka buruk mulai menghantui pikiranku. Mr. Eddie... Apa dia melakukan sesuatu pada Jason?
 
   Sepertinya aku harus memastikan langsung. Toh, Kios daging Mr. Eddie tak seberapa jauh. Aku memakai mantel dan berjalan keluar,tak peduli sudah tengah malam. Kios Mr. Eddie hanya berjarak 2 kilometer dari sini.
 
   Hmm..Kiosnya sudah tutup. Pagarnya tak dikunci. Mungkin Jason masih didalam. Aku memasuki kios. Kursi dan meja berserakan. Tampak noda darah berceceran di sekitar meja. Tenanglah,Elsa. Itu hanya bekas darah daging sapi yang baru dipotong. Rupanya suasana tengah malam membuatku paranoid.

    Aku membuka pintu ruang pemotongan daging. Jantungku berdebar tak karuan.
Gelap. "Jason? Kau disini? Apa lampunya rusak?" Aku menyalakan senter. Ukh,bau busuk apa ini? Aku  berjingkat,merasa menginjak sesuatu. 

    Perutku mual seketika.

    Astaga..

    Tangan manusia? Tidak tidak,aku hanya berlebihan. Aku menyorotkan senter kebawah.
 
   Mayat manusia dengan usus terburai berlumuran darah. Samar-samar kudengar isakan tangis dari arah lain.
 
   "E..Elsa?..ak..aku hanya berusaha..mencari daging.."