APA SIH,KEPRIBADIAN GANDA ITU?
Oke. Mungkin nggak
ada orang yang benar-benar bisa memahami masalah kepribadian ganda.
Bahkan Ilmuan dan ahli psikologi sekalipun.
Sebelum abad ke-20, gejala psikologi ini selalu dikaitkan
dengan kerasukan setan. Tapi, para psikolog abad ke-20 yang menolak kaitan itu
menyebut fenomena ini dengan sebutan Multiple Personality Disorder (MPD). Lalu,
ketika nama itu dirasa nggak lagi sesuai, gejala ini diberi nama baru,
Dissociative Identity Disorder (DID).
DID atau kepribadian ganda dapat didefinisikan sebagai
kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua
atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing memiliki nama dan karakter
yang berbeda.
Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki
satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak
identitas yang memiliki cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan
interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.
Mungkin ada dari kalian yang mikir, "Waduh,aku punya
banyak facebook dengan nama berbeda dan aku juga sering main roleplay"
Nah. Ini beda loh ya. DID bukan sekedar 'permainan' imajinasi. Back to topic, walaupun penyebabnya nggak bisa dipastiin,
namun rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya
adalah karena trauma masa kecil.
PROSES TERBENTUKNYA KEPRIBADIAN GANDA
Ketika kita dewasa, kita punya karakter dan kepribadian yang
cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang
masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka
akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis,
yaitu dengan Disosiasi. Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapat membuat
pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya.
DID terdiri dari dua proses psikologis. Misalnya nih ya,kita
ambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan.
Proses Pertama: anak perempuan yang berulang-ulang mengalami
penganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam
pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa
mengalami "out of body experience" yang membuat ia "terlepas"
dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin
bisa merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya
sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan
seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul.
Proses Kedua, sebuah penghalang memori kemudian dibangun
antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah diciptakan.Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan
seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat
apapun mengenainya.
Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini
akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru
untuk mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang
anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan
dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama
teman. Gitu. Ngerti nggak? ._.
CIRI-CIRI PENGIDAP KEPRIBADIAN GANDA
1. Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang
berbeda di dalam diri orang tersebut.
2.Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih
perilaku orang tersebut (Switching).
3.Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang
berkenaan dengan dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai
lupa biasa.
4.Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena
efek psikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan atau karena
kondisi medis seperti demam.
Nah,dari empat poin ini, poin nomor 3 memegang peranan
sangat penting.
MISTERI DALAM DID
Misalnya, ketika sebuah identitas muncul, perubahan biologis
juga muncul di dalam tubuh sang pengidap. Kecepatan detak jantungnya bisa
berubah, demikian juga suhu tubuhnya, tekanan darah dan bahkan kemampuan
melihat.
Terus, identitas yang berbeda bisa memiliki reaksi yang
berbeda terhadap pengobatan. Kadang, pengidap yang sehat bisa memiliki
identitas yang alergi. Ketika identitas itu menguasainya, ia benar-benar akan
menjadi alergi terhadap substansi tertentu.
Lalu, misteri lainnya adalah yang menyangkut kasus Billy
Milligan yang dianggap sebagai kasus DID yang paling menarik. Kisah hidupnya
pernah dituangkan ke dalam sebuah buku berjudul "24 wajah Billy". Gini nih ceritanya ._.
Billy adalah seorang mahasiswa yang dihukum karena
memperkosa beberapa wanita. Dalam sesi pemeriksaan kejiwaan, ditemukan 24
identitas berbeda dalam dirinya.
Identitas yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan pemerkosaan
itu adalah seorang wanita. Identitas lain bernama Arthur yang merupakan orang
Inggris dan memiliki pengetahuan luas.
Dalam interogasi, Arthur ternyata bisa mengungkapkan
keahliannya dalam hal medis, padahal Billy tidak pernah mempelajari soal-soal
medis. Menariknya, Arthur ternyata lancar berbahasa Arab. Bahasa ini juga tidak
pernah dipelajari oleh Billy. Identitas lain bernama Ragen bisa berbicara dalam
bahasa Serbia Kroasia. Billy juga tidak pernah mempelajari bahasa ini.
Bagaimana Billy bisa berbicara dalam semua bahasa itu jika
ia tidak pernah mempelajarinya?
Misteri ini belum terpecahkan hingga hari ini. '-')~
Kecuali tentu saja kalau kita menganggap Billy hanya
mengalami kasus kerasukan setan dan tidak menderita DID.
--------
Nah, Apa kalian sudah paham mengenai teori Kepribadian Ganda
ini? Banyak ahli psikologi yang menyangkal dan mengatakan kalau kasus ini hanya
pengaruh dari terapi hipnotis yang dilakukan oleh psikolog. Well, jika memang
DID benar-benar ada dan hanya merupakan gejala psikologi biasa, mengapa masih
ada hal-hal yang masih belum bisa dijelaskan oleh para psikolog?