Sabtu, 24 Januari 2015

Sebuah Puisi - Ironi Senyummu



Kau tersenyum padaku.
Namun mengapa aku merasa sakit?
Kau berlalu,berlari dengan cerah.
Langit tertawa,
Aku berdiri disini,membalas senyumanmu.
Namun mengapa aku merasa sakit?
Mimpimu mengawang jauh,
Melukiskan pelangi diantara cahaya keemasan.
Aku berdiri,tak jauh dirimu.
Menegadah,berfatamorgana.
Seakan melihat kedipan air.
Kau kembali tersenyum.
Namun mengapa aku merasa sakit?
Kau memelukku,merobek setiap kehidupanku.
Mengantarku pada keabadian.
Membuatku merasa hampa.
Kau tertawa,meruntuhkan penghalang defensif diriku.
Seakan terpana,mentari balas mengerling.
Mengasihani diriku,yang terus terbunuh oleh senyumanmu.
Dan kau kembali tersenyum bahagia,secerah pelangi.
Namun mengapa aku merasa sakit?





-Liel-

Tidak ada komentar :

Posting Komentar